Buah bergizi, tetapi tetap mengandung kalori dan karbohidrat. Jika Anda menjalani jendela puasa yang ketat, makan buah akan membatalkan puasa. Jika Anda berada dalam jendela makan, buah dapat menjadi bagian yang baik dari makanan atau camilan seimbang, terutama bila dipadukan dengan protein, makanan kaya serat, atau lemak sehat.
Jawaban praktisnya sederhana: simpan buah untuk jendela makan Anda, kecuali jika Anda memang sengaja menggunakan gaya puasa yang lebih fleksibel. Jika Anda memiliki diabetes, minum obat, sedang hamil atau menyusui, memiliki riwayat gangguan makan, atau merasa tidak sehat saat berpuasa, mintalah saran dari tenaga kesehatan yang berkualifikasi sebelum mengubah rutinitas Anda.
Poin penting
- Buah utuh membatalkan puasa ketat karena mengandung kalori dan karbohidrat.
- Selama jam puasa, air adalah pilihan paling sederhana. Johns Hopkins mencantumkan air, kopi hitam, dan teh sebagai pilihan umum dalam jendela puasa [1].
- Selama jendela makan, buah dapat cocok dipadukan dengan protein, serat, dan lemak sehat.
- Jus buah biasanya kurang mengenyangkan dibandingkan buah utuh dan lebih mudah diminum berlebihan.
- GoFasting dapat membantu Anda mencatat jendela puasa, asupan kalori, asupan air, berat badan, dan langkah sambil Anda meninjau pola kebiasaan.
Apakah buah membatalkan puasa?
Ya, buah membatalkan puasa ketat. Apel, pisang, jeruk, beri, anggur, mangga, atau buah kering semuanya memberikan energi. Itu bukan hal buruk. Artinya, buah sebaiknya dikonsumsi dalam jendela makan jika tujuan Anda adalah menjaga jendela puasa bebas kalori.
Perbedaan ini penting karena banyak orang menganggap buah sebagai makanan yang "bersih" atau "sehat" lalu berasumsi bahwa buah tidak dihitung. Buah tentu bisa menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, buah tetaplah makanan.
Jika gaya puasa Anda fleksibel, Anda mungkin memilih makan sedikit buah dan tetap menganggap rutinitas itu bermanfaat bagi hidup Anda. Namun untuk jadwal puasa intermiten standar, buah paling baik diperlakukan sebagai makanan untuk jendela makan.
Apa yang boleh dikonsumsi selama jendela puasa?
Sebagian besar panduan jendela puasa sederhana: pilih minuman tanpa kalori. Johns Hopkins mencantumkan air, kopi hitam, dan teh sebagai pilihan umum selama periode puasa [1].
Pilihan umum selama jendela puasa:
- air
- air soda tawar
- kopi hitam
- teh tanpa pemanis
Makanan dan minuman yang mengandung kalori umumnya membatalkan puasa ketat:
- buah utuh
- buah kering
- jus buah
- smoothie
- kopi dengan susu, krim, gula, atau sirop
- teh berpemanis
- camilan atau sedikit makanan
Jika Anda berpuasa karena alasan medis, agama, klinis, atau terkait prosedur, ikuti instruksi dari klinisi atau otoritas terkait. Artikel ini membahas rutinitas puasa intermiten sehari-hari.
Kapan buah cocok dalam puasa intermiten
Buah paling cocok dikonsumsi selama jendela makan. Buah dapat membuat makanan terasa lebih segar, menambah serat dan cairan, serta memuaskan rasa manis tanpa mengubah jendela makan menjadi didominasi makanan penutup atau minuman manis.
Cobalah buah:
- dengan Greek yogurt, cottage cheese, telur, tofu, atau sumber protein lain
- dengan oat, biji chia, atau roti panggang gandum utuh
- dengan kacang-kacangan, biji-bijian, atau selai kacang
- setelah makan seimbang, bukan sebagai satu-satunya makanan setelah puasa panjang
- sebagai bagian dari camilan terencana di antara dua waktu makan
Harvard Health mencatat bahwa jumlah dan kualitas makanan selama jendela makan tetap penting dalam puasa intermiten [2]. Dalam praktiknya, buah biasanya lebih membantu ketika menjadi bagian dari pola makan, bukan satu-satunya hal yang Anda makan sepanjang hari.
Pilihan buah yang lebih baik untuk jendela makan
Tidak ada satu buah terbaik untuk puasa intermiten. Pilihan yang lebih baik adalah yang sesuai dengan makanan, nafsu makan, pencernaan, dan tujuan Anda.
| Pilihan buah | Mengapa bisa cocok | Ide padanan |
|---|---|---|
| Beri | Mudah ditambahkan ke makanan bergaya sarapan | Greek yogurt, oat, cottage cheese |
| Apel atau pir | Praktis dibawa dan mengenyangkan bagi banyak orang | Selai kacang, keju, kacang-kacangan |
| Jeruk atau grapefruit | Berair dan menyegarkan | Telur, roti panggang, tofu scramble |
| Pisang | Berguna saat Anda membutuhkan energi cepat | Yogurt, oat, selai kacang |
| Kiwi atau melon | Ringan dan membantu hidrasi | Makanan atau camilan kaya protein |
Buah kering tetaplah buah, tetapi lebih pekat. Segenggam kecil dapat mengandung gula dan kalori setara dengan buah utuh dalam jumlah jauh lebih banyak. Buah kering bisa cocok, tetapi lebih mudah berlebihan tanpa disadari.
Apakah jus buah boleh saat berpuasa?
Jus buah membatalkan puasa ketat. Jus juga cenderung kurang mengenyangkan dibandingkan buah utuh karena menghilangkan atau mengurangi banyak pengalaman mengunyah dan serat. Jika Anda menyukai jus, konsumsi dalam jendela makan dan pertimbangkan meminumnya bersama makanan, bukan menyeruputnya sepanjang hari.
Smoothie juga termasuk dalam jendela makan. Smoothie bisa bergizi, tetapi tetaplah makanan. Jika Anda mengonsumsi smoothie, sertakan protein dan hindari menjadikannya terutama berisi jus, pemanis, dan porsi buah yang besar.
Bagaimana jika rasa lapar membuat Anda ingin makan buah saat puasa?
Ingin makan buah saat puasa mungkin hanya berarti Anda lapar. Pertama, periksa hal-hal dasar:
- Apakah Anda makan cukup selama jendela makan terakhir?
- Apakah makanan terakhir Anda mengandung protein?
- Apakah Anda menyertakan karbohidrat kaya serat atau sayuran?
- Apakah Anda minum cukup air?
- Apakah jendela puasa Anda terlalu panjang?
Jika rasa lapar ringan dan Anda merasa tetap stabil, air, teh tanpa pemanis, atau kopi hitam dapat membantu Anda melanjutkan. Jika rasa lapar terasa kuat, mengganggu, atau diikuti makan berlebihan, puasanya mungkin terlalu panjang. Makan buah dan mempersingkat jendela puasa berikutnya lebih bermanfaat daripada menjadikan puasa sebagai adu kemauan.
Hentikan atau persingkat puasa jika Anda merasa akan pingsan, sangat pusing, bingung, lemah, gemetar, atau tidak sehat. Jika Anda memiliki diabetes, minum obat yang harus disertai makanan, atau memiliki riwayat gangguan makan, dapatkan panduan profesional sebelum berpuasa [1][3].
Bagaimana GoFasting dapat membantu
GoFasting dapat membantu Anda mencatat jendela puasa, asupan kalori, asupan air, berat badan, dan langkah. Ini dapat memudahkan Anda melihat apakah buah dalam jendela makan membantu rutinitas Anda terasa lebih stabil.
Misalnya, jika Anda menyadari bahwa makan pertama yang hanya berisi buah membuat Anda cepat lapar, lain kali Anda dapat memadukan buah dengan protein. Gunakan pelacakan sebagai umpan balik, bukan penilaian.
FAQ
Bolehkah saya makan apel saat berpuasa?
Tidak selama jendela puasa ketat. Apel mengandung kalori dan karbohidrat, sehingga membatalkan puasa. Apel dapat menjadi makanan yang baik dalam jendela makan.
Apakah beri membatalkan puasa?
Ya. Beri bergizi, tetapi tetap mengandung kalori. Simpan untuk jendela makan.
Bolehkah saya minum air lemon saat berpuasa?
Sedikit perasan lemon dalam air sering digunakan dalam rutinitas puasa fleksibel, tetapi itu tidak sama dengan makan buah atau minum jus. Untuk puasa ketat, air putih adalah pilihan yang paling jelas.
Apakah buah baik setelah berpuasa?
Buah dapat baik setelah berpuasa jika menjadi bagian dari makanan atau camilan seimbang. Padukan dengan protein atau lemak sehat jika buah saja membuat Anda lapar.
Bolehkah saya makan buah pada malam hari selama jendela makan?
Ya, jika sesuai dengan rutinitas Anda dan tidak menggantikan makanan seimbang. Buah pada malam hari tetap makanan jendela makan, bukan makanan jendela puasa.
Kesimpulan
Buah membatalkan puasa ketat, tetapi itu tidak membuat buah menjadi buruk. Simpan buah dalam jendela makan, padukan dengan makanan yang mengenyangkan, dan perhatikan apakah rutinitas Anda terasa stabil. Jika puasa membuat Anda merasa tidak sehat atau mendorong pola makan yang kacau, persingkat puasa atau mintalah panduan.
Penafian medis
Artikel ini hanya untuk edukasi umum dan bukan nasihat medis. Bicaralah dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi sebelum memulai atau mengubah rutinitas puasa, terutama jika Anda sedang hamil, menyusui, berusia di bawah 18 tahun, berat badan kurang, minum obat, mengelola diabetes atau kondisi kronis lain, atau memiliki gangguan makan saat ini maupun di masa lalu.
Referensi
- Johns Hopkins Medicine. Intermittent Fasting: What Is It, And How Does It Work? URL: https://www.hopkinsmedicine.org/health/expert-qa/intermittent-fasting-what-is-it-and-how-does-it-work
- Harvard Health Publishing. Should you try intermittent fasting for weight loss? Published July 28, 2022. URL: https://www.health.harvard.edu/blog/should-you-try-intermittent-fasting-for-weight-loss-202207282790
- Harvard T.H. Chan School of Public Health, The Nutrition Source. Diet Review: Intermittent Fasting for Weight Loss. URL: https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/healthy-weight/diet-reviews/intermittent-fasting/