Tetap aktif selama Natal tidak memerlukan olahraga yang intens. Jalan-jalan singkat, latihan kekuatan ringan, menari, permainan, dan mobilitas dapat menjaga momentum tanpa menjadikan liburan sebagai rencana hukuman [1].
Poin-poin penting
- Pergerakan pendek diperhitungkan saat minggu sibuk.
- Jalan-jalan keluarga, menaiki tangga, permainan, dan latihan kekuatan ringan adalah pilihan yang realistis.
- Jangan gunakan olahraga untuk menghukum makanan hari raya.
- Jaga hidrasi, tidur, dan pemulihan sesuai rencana.
- Kembali ke latihan normal secara bertahap setelah perjalanan atau larut malam.
Pilih gerakan mudah terlebih dahulu
Cobalah jalan kaki 10 hingga 20 menit setelah makan, latihan sirkuit pendek berat badan, peregangan sambil menonton film, atau aktif bermain bersama keluarga.
Orang dewasa dianjurkan untuk menggabungkan aktivitas aerobik dengan aktivitas penguatan otot, namun minggu liburan dapat disesuaikan dengan jumlah yang realistis [1].
Pasangkan aktivitas dengan puasa dengan lembut
Jika Anda berpuasa selama hari libur, tetaplah berolahraga dalam jumlah sedang kecuali Anda dapat mengisi bahan bakar dan memulihkan diri. Puasa panjang ditambah latihan keras ditambah kurang tidur bukanlah kombinasi yang baik.
Gunakan GoFasting untuk melacak jendela puasa, air, jumlah langkah, kalori, dan tren berat badan, lalu kembali ke rutinitas normal tanpa panik.
Hindari pemikiran kompensasi
Gerakan baik untuk kesehatan, suasana hati, dan rutinitas. Hal ini tidak boleh dibingkai sebagai cara untuk menghapus makan malam Natal.
Pertanyaan Umum
Apakah berjalan kaki cukup saat Natal?
Ya, berjalan kaki adalah pilihan yang berguna dan tidak menimbulkan banyak gesekan, terutama selama perjalanan atau hari-hari keluarga.
Haruskah saya melakukan HIIT setelah makan besar?
Tidak perlu. Jalan santai biasanya lebih nyaman.
Intinya
Kembali ke latihan normal secara bertahap setelah perjalanan atau larut malam.
Referensi
- CDC. Adult Activity: An Overview https://www.cdc.gov/physical-activity-basics/guidelines/adults.html