Makanan penutup Natal tidak harus memicu rasa bersalah atau kompensasi puasa. Pilih makanan penutup yang benar-benar Anda inginkan, nikmati di dalam jendela makan, dan kembali ke rutinitas biasa Anda pada jadwal makan atau puasa berikutnya [1].
Poin-poin penting
- Pilihlah makanan favorit alih-alih memakan makanan manis secara default.
- Gula tambahan patut diperhatikan, bukan ditakuti.
- Makanlah makanan penutup setelah makan sungguhan jika memungkinkan.
- Jangan menghukum hidangan penutup dengan puasa yang lebih lama.
- Rutinitas yang tenang mengalahkan liburan yang semuanya atau tidak sama sekali.
Pilih makanan penutup dengan sengaja
Sebelum mengisi piring, putuskan berapa nilainya. Sepotong kue favorit mungkin lebih memuaskan daripada sepotong kecil lima hal yang tidak Anda sukai.
Makanlah cukup perlahan untuk merasakan rasa dan kenyang. Berbeda dengan membatasi.
Simpan tambahan gula dalam perspektif
FDA mencatat bahwa penambahan gula dapat mempersulit pemenuhan kebutuhan nutrisi namun tetap berada dalam batas kalori, dan pedoman AS merekomendasikan untuk menjaga penambahan gula di bawah 10 persen kalori harian. [1].
Pedoman itu adalah tentang pola keseluruhan, bukan alasan untuk panik terhadap satu hidangan penutup.
Kembali ke keadaan normal, bukan lebih ketat
Jika Anda menggunakan GoFasting, catat jendela makan dengan jujur dan mulai ulang pada waktu normal berikutnya. Hindari menjadikan makanan penutup sebagai alasan hukuman cepat.
Pertanyaan Umum
Bisakah saya makan makanan penutup saat puasa intermiten?
Ya, saat jendela makan. Pertanyaannya adalah porsi, frekuensi, dan apakah itu membantu atau merusak konsistensi.
Haruskah saya memilih makanan penutup bebas gula?
Hanya jika Anda menyukainya. Porsi kecil dari makanan penutup yang Anda nikmati mungkin lebih memuaskan.
Intinya
Rutinitas yang tenang mengalahkan liburan yang semuanya atau tidak sama sekali.
Referensi
- FDA. Added Sugars on the Nutrition Facts Label https://www.fda.gov/food/nutrition-facts-label/added-sugars-nutrition-facts-label