Puasa dapat mendukung rutinitas yang membantu sebagian orang mengurangi lemak tubuh, namun perut terlihat dalam beberapa minggu tidak dijamin. Definisi Ab mulai tergantung pada lemak tubuh, genetika, riwayat latihan, kualitas makanan, asupan protein, kembung, dan konsistensi [1][2].
Poin-poin penting
- Puasa memang bisa membantu mengurangi asupan kalori, namun tidak menargetkan lemak perut secara langsung.
- Latihan inti membangun definisi otot; mereka tidak mengurangi lemak.
- HIIT dan latihan kekuatan membutuhkan pemulihan dan makanan yang cukup.
- Orang dewasa yang berolahraga sering kali membutuhkan cukup protein untuk melindungi otot [3].
- Jika rencana tersebut menyebabkan pusing, makan berlebihan, atau kurang tidur, berarti rencana tersebut terlalu agresif.
Yang sebenarnya membuat perut semakin terlihat
Perut terlihat ketika otot perut cukup berkembang dan lemak tubuh cukup rendah untuk tubuh Anda. Puasa mungkin membantu sebagian orang menciptakan struktur, namun puasa tidak dapat memilih di mana lemak pertama kali dihilangkan.
Mengurangi rasa kembung bisa membuat bagian tengah tubuh terlihat lebih rata dengan cepat, namun hal tersebut tidak sama dengan menghilangkan lemak perut.
Pelatihan dan nutrisi penting
Gabungkan latihan inti dengan latihan kekuatan seluruh tubuh, kardio yang dapat Anda pulihkan, dan makanan yang mengandung protein dan serat. Variasi plank, leg raise, dead bug, carry, dan crunch semuanya dapat membantu jika dilakukan secara bertahap.
Bagi banyak orang yang berolahraga, kebutuhan protein harian lebih tinggi dari kebutuhan dasar minimum orang dewasa; ISSN mencatat 1,4 hingga 2,0 g/kg/hari sudah cukup untuk sebagian besar individu yang berolahraga [3].
Jadikan jadwal puasa berkelanjutan
Jadwal 14:10 atau 16:8 seringkali lebih praktis daripada puasa ekstrem. GoFasting dapat membantu melacak jendela puasa, air, kalori, langkah, dan tren berat badan saat Anda melihat pemulihan latihan secara terpisah.
Pertanyaan Umum
Bisakah 16:8 memperlihatkan perut?
Ini mungkin membantu beberapa orang mengurangi asupannya, namun tidak menjamin perut terlihat.
Haruskah saya melakukan puasa HIIT untuk perut?
Bukan sebagai default. Letakkan sesi berat di dekat makanan jika kinerja atau pemulihan terganggu.
Intinya
Jika rencana tersebut menyebabkan pusing, makan berlebihan, atau kurang tidur, berarti rencana tersebut terlalu agresif.
Penafian medis: Artikel ini hanya untuk tujuan pendidikan umum dan bukan merupakan nasihat medis. Bicarakan dengan ahli kesehatan yang berkualifikasi sebelum berpuasa jika Anda sedang hamil atau menyusui, sedang mengonsumsi obat, menderita diabetes, memiliki kondisi kesehatan tertentu, memiliki riwayat gangguan makan, atau merasa tidak enak badan selama berpuasa.
Referensi
- Johns Hopkins Medicine. Intermittent Fasting: What Is It, And How Does It Work? https://www.hopkinsmedicine.org/health/expert-qa/intermittent-fasting-what-is-it-and-how-does-it-work
- CDC. Adult Activity: An Overview https://www.cdc.gov/physical-activity-basics/guidelines/adults.html
- Jager R, et al. International Society of Sports Nutrition Position Stand: protein and exercise. Journal of the International Society of Sports Nutrition. 2017 https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28642676/